
BUNGO - Sanggar Seni MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Bungo menggelar latihan intensif Tari Lathi dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Tahun 2025 Selasa,02/09/2025. Tari Lathi, sebuah tarian kontemporer yang viral di media sosial terutama TikTok pada tahun 2020, menjadi pilihan untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan seni siswa-siswi dalam ajang bergengsi tersebut.
Tarian Viral yang Mendunia
Tari Lathi merupakan karya koreografer asal Singapura bernama Shahrin Zailani yang berhasil mencuri perhatian dunia melalui platform media sosial. Tarian kontemporer ini menggabungkan gerakan yang dinamis dan ekspresif dengan musik yang energetik, menciptakan pertunjukan yang memukau dan mudah diikuti oleh generasi muda.
"Kami memilih Tari Lathi karena tarian ini sangat populer di kalangan remaja dan memiliki gerakan yang menarik serta penuh makna. Selain itu, tarian ini juga menunjukkan bahwa seni kontemporer bisa berpadu dengan nilai-nilai islami yang kami junjung tinggi," ungkap Ibu Setiya Nurlinda, S.Pd, pembina Sanggar Seni MAN 1 Bungo.
Persiapan Matang Menuju PORSENI 2025
Salsabila, salah seorang anggota Sanggar Seni MAN 1 Bungo, menyatakan, "Latihan ini sangat menantang karena Tari Lathi membutuhkan koordinasi gerakan yang presisi dan energi yang tinggi. Namun, kami semua bersemangat karena ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah di PORSENI nanti."
Adaptasi Gerakan dengan Nilai Islami
Dalam proses latihan, tim koreografi Sanggar Seni MAN 1 Bungo melakukan beberapa adaptasi gerakan agar sesuai dengan nilai-nilai islami yang dianut Madrasah. Modifikasi dilakukan tanpa mengurangi esensi dan daya tarik dari Tari Lathi yang asli.
"Kami sangat menghargai kreativitas original dari Shahrin Zailani, namun sebagai institusi pendidikan islam, kami perlu melakukan penyesuaian agar tarian ini tetap elegan dan sesuai dengan norma yang kami pegang," Ungkap Ibu Setya
Latihan Intensif dan Kekompakan Tim
Latihan Tari Lathi dilaksanakan pada hari Selasa setelah jam pembelajaran berakhir dengan durasi dua jam setiap sesinya. Para anggota sanggar tidak hanya belajar gerakan individual, tetapi juga formasi kelompok yang membutuhkan sinkronisasi tinggi antar penari.
Kepala MAN 1 Bungo Bapak Dony Afrian, M.Pd.I menyampaikan apresiasinya, "Kami bangga dengan dedikasi siswa-siswi dalam mempersiapkan PORSENI. Tari Lathi yang mereka pilih menunjukkan bahwa generasi muda kita mampu mengapresiasi seni kontemporer sambil tetap menjaga nilai-nilai yang kita yakini."
Pemilihan Tari Lathi sebagai materi pertunjukan PORSENI 2025 diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswi lain untuk lebih aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Tarian yang sempat viral ini membuktikan bahwa seni kontemporer dapat menjadi media ekspresi yang positif bagi generasi muda.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan dari seluruh civitas akademika MAN 1 Bungo, tim Sanggar Seni optimis akan memberikan penampilan terbaik mereka di PORSENI 2025.
Reporter : Tim Redaksi MAN 1 Bungo
Editor : Humas MAN 1 Bungo
Sumber : Pembina Ekskul Sanggar Seni MAN 1 Bungo
|
216x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...