
Bungo - Pada Senin, 22 September 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo, Kabupaten Bungo, menggelar upacara bendera rutin di halaman Madrasah. Upacara ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh siswa, majelis guru, serta staf madrasah. Kegiatan tersebut mengangkat tema bahaya narkoba dan pentingnya literasi digital di kalangan pelajar, dua isu yang saat ini menjadi perhatian utama di lingkungan pendidikan.
Petugas upacara berasal dari kelas XI Bahasa, sementara pembina upacara kali ini adalah Ipda Andi Mirza, S.H, M.H, yang menjabat sebagai Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Bungo. Kehadiran aparat kepolisian sebagai pembina upacara menandai adanya kerja sama antara pihak madrasah dan aparat penegak hukum dalam memberikan edukasi langsung kepada generasi muda mengenai isu-isu penting yang dihadapi masyarakat.
Dalam amanatnya, Ipda Andi Mirza menyampaikan pesan dari Kapolres Bungo terkait ancaman serius narkoba bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan, tidak hanya bagi individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. "Apabila seseorang sudah terkena narkotika, proses rehabilitasinya membutuhkan waktu yang sangat lama dan dana yang tidak sedikit," ujarnya di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut, Ipda Andi Mirza menekankan bahwa proses pemulihan korban narkoba memerlukan komitmen besar, baik dari segi waktu maupun biaya. Hal ini seringkali menjadi beban berat bagi keluarga, sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini. Ia berharap pesan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menjauhi narkoba dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Selain membahas bahaya narkoba, pembina upacara juga menyoroti pentingnya literasi digital di era modern. Ia mengingatkan seluruh siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang banyak beredar di media sosial. "Segala sesuatu yang ada di media sosial harus dikonfirmasi kebenarannya," tegasnya. Pesan ini bertujuan agar siswa lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi di dunia digital yang serba cepat dan terbuka.
Kepada seluruh civitas akademika MAN 1 Bungo, Ipda Andi Mirza menegaskan pentingnya melakukan tabayyun, yaitu meneliti dan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum menyebarkannya. Prinsip tabayyun ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya verifikasi informasi untuk mencegah fitnah dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Upacara bendera ini menjadi bukti komitmen MAN 1 Bungo dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial siswa. Kolaborasi dengan pihak kepolisian, khususnya Satreskrim Polres Bungo, menunjukkan upaya sekolah dalam mengedukasi siswa secara menyeluruh mengenai bahaya narkoba dan pentingnya literasi digital.

Dengan pesan-pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut, diharapkan para siswa MAN 1 Bungo dapat menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Mereka diharapkan menjadi pelopor dalam memerangi penyalahgunaan narkoba serta penyebaran informasi yang tidak benar di lingkungan sekitarnya.
Upacara bendera ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta. Seluruh warga madrasah meneguhkan tekad untuk menjadikan MAN 1 Bungo sebagai lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba dan hoaks. Kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan serta komitmen seluruh civitas akademika dalam menjaga nama baik madrasah dan menciptakan suasana belajar yang sehat dan kondusif.
|
83x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...