
MAN 1 Bungo, salah satu madrasah unggulan di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, diminta segera menindaklanjuti arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan menghargai keberagaman, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Arahan tersebut tertuang dalam Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Nomor: 96541KW.05.2/PP.OO/9/2025 tertanggal 23 September 2025. Dalam surat tersebut, MAN 1 Bungo diminta mengambil langkah konkret untuk mengadopsi KBC, sebuah pendekatan pendidikan inovatif yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan kepedulian di kalangan siswa madrasah. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan nilai-nilai luhur Islam dan Pancasila. Salah satu pihak madrasah menyatakan, "Implementasi KBC di MAN 1 Bungo akan menjadi langkah strategis dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai luhur Islam dan Pancasila."
Dalam surat edaran tersebut, terdapat dua instruksi utama yang harus segera dilaksanakan oleh MAN 1 Bungo. Pertama, madrasah diminta membentuk Tim Pengembang Kurikulum Berbasis Cinta di tingkat madrasah. Tim ini akan bertanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi. Kedua, Kepala MAN 1 Bungo diminta menerbitkan Surat Keputusan resmi tentang pembentukan Tim Pengembang KBC dan menyerahkannya ke Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Bungo paling lambat 29 September 2025.
Sebagai madrasah yang telah lama berkomitmen pada pengembangan pendidikan karakter, MAN 1 Bungo berharap implementasi KBC dapat memperkuat program-program karakter yang sudah berjalan. Selain itu, kurikulum ini diharapkan dapat memberikan dimensi baru dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang dan toleransi. "Kami melihat KBC sebagai peluang emas untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan pencapaian akademik yang optimal. Siswa tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang dan toleransi," ujar pihak sekolah.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Bungo juga merupakan bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan kepedulian sejak dini, madrasah ini berharap dapat membangun fondasi yang kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, MAN 1 Bungo diharapkan segera membentuk Tim Pengembang KBC sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan bangsa.
|
55x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...