
Bungo- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya dengan mengirimkan 14 siswa terpilih untuk mengikuti ajang Putra Putri Batik Kabupaten Bungo. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Bungo ini secara aktif mendukung kegiatan yang bertujuan memperkenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Persiapan menuju kompetisi tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh civitas akademika MAN 1 Bungo. Ibu Setya Nurlinda, Pembina Sanggar Seni madrasah, menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam ajang ini merupakan kesempatan berharga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi diri. "Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam kompetisi Putra Putri Batik Kabupaten Bungo. Ini adalah kesempatan emas bagi siswa-siswi kami untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi diri," ujar Setya Nurlinda.
Dukungan juga datang dari Ibu Surmawati, S.Ag., Guru Pendamping, yang menekankan pentingnya generasi muda memahami dan melestarikan warisan budaya, khususnya batik sebagai identitas bangsa. Keterlibatan para guru dan pembina menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk memberikan yang terbaik.
Ke-14 peserta yang akan mewakili MAN 1 Bungo telah melalui proses seleksi yang ketat pada Jumat, 26 September 2025. Seleksi ini melibatkan sejumlah kriteria, seperti pengetahuan tentang batik, kemampuan berkomunikasi, serta kepribadian dan penampilan yang mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia. Tim seleksi terdiri dari guru-guru berpengalaman serta pembina ekstrakurikuler yang memilih siswa-siswi terbaik untuk mewakili madrasah di tingkat kabupaten.
Untuk mempersiapkan para peserta secara optimal, MAN 1 Bungo telah menyusun program persiapan yang komprehensif. Program ini meliputi pembekalan materi tentang sejarah dan filosofi batik, pelatihan public speaking, serta pengembangan kepribadian dan etika. Sanggar Seni madrasah di bawah bimbingan Ibu Setya Nurlinda juga memberikan pelatihan khusus terkait apresiasi seni batik dan pengetahuan tentang motif-motif batik khas Jambi dan Bungo.
Kepala MAN 1 Bungo menyampaikan harapan tinggi terhadap prestasi yang akan diraih para peserta. Dukungan tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka bangga melihat generasi muda aktif dalam upaya pelestarian budaya. "Kami berharap peserta tidak hanya meraih prestasi, tetapi yang terpenting adalah mereka dapat menjadi duta budaya yang baik dan mampu menginspirasi teman-teman sebayanya untuk mencintai warisan budaya bangsa," ujar pihak madrasah.
Partisipasi MAN 1 Bungo dalam ajang Putra Putri Batik Kabupaten Bungo merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam melestarikan budaya tradisional. Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur. Selain itu, ajang ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan motif dan filosofi batik kepada masyarakat luas, sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, ke-14 peserta dari MAN 1 Bungo siap memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi Putra Putri Batik Kabupaten Bungo. Mereka diharapkan dapat membawa nama baik madrasah serta daerah, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya dalam mencintai dan melestarikan budaya bangsa.
Kompetisi Putra Putri Batik Kabupaten Bungo diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya dan pembinaan karakter generasi muda yang mencintai warisan budaya Indonesia.
|
53x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...