
Bungo- Guru dan siswa kelas XII Bahasa MAN 1 Bungo mengikuti kegiatan edukasi pencegahan terorisme bertajuk "Menuju Terang: Memahami Terorisme Lewat Empati Digital" yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelibatan pelajar SMP, SMA sederajat, dan mahasiswa dalam upaya pencegahan terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi untuk Tahun Anggaran 2025.
Bapak Syamsul Bahri, S.Sos, selaku Pembina OSIM MAN 1 Bungo, hadir sebagai guru pendamping dalam kegiatan ini. Ia memastikan para siswa dapat mengikuti materi dengan baik dan memberikan penjelasan tambahan setelah sesi utama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai bahaya terorisme serta peran mereka dalam mencegah radikalisme, terutama di era digital.
Beberapa tujuan strategis kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman tentang terorisme, membangun empati dan toleransi, pencegahan dini radikalisme, mendorong peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan, serta memperkuat literasi digital agar pelajar mampu memilah informasi yang benar dan hoaks, khususnya terkait isu-isu sensitif yang dapat memicu perpecahan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pemahaman dasar terorisme, modus perekrutan kelompok radikal melalui media digital, bahaya konten radikal di media sosial, pentingnya empati digital, peran pelajar dalam pencegahan terorisme, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta moderasi beragama. Narasumber yang dihadirkan berasal dari FKPT Jambi dan memiliki kompetensi di bidang pencegahan terorisme.
Siswa kelas XII Bahasa MAN 1 Bungo menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber mengenai isu-isu pencegahan terorisme dan radikalisme. Salah satu siswa menyatakan, "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih paham tentang bahaya terorisme dan bagaimana cara mencegahnya, terutama di era digital seperti sekarang." Siswa lain menambahkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.
Bapak Syamsul Bahri menegaskan pentingnya peran guru dalam membimbing siswa agar memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya radikalisme. Ia menyatakan, "Sebagai pendidik, kami harus memastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami nilai-nilai kebangsaan dan toleransi." Ia juga menekankan bahwa MAN 1 Bungo mendukung program-program yang memperkuat pemahaman siswa tentang Pancasila, NKRI, dan toleransi beragama.
FKPT Jambi sebagai penyelenggara memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan terorisme di Provinsi Jambi. Kolaborasi antara FKPT dan lembaga pendidikan seperti MAN 1 Bungo dinilai sangat penting untuk menjangkau generasi muda secara lebih luas. Perwakilan FKPT Jambi menyampaikan apresiasi atas partisipasi MAN 1 Bungo dan menegaskan bahwa edukasi kepada generasi muda sangat diperlukan karena mereka rentan terpapar paham radikal melalui media digital.

Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya empati digital di era modern. Siswa diajarkan untuk berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, memahami perspektif orang lain dengan sikap toleran, serta menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, siswa didorong untuk melaporkan konten-konten yang mengandung unsur radikalisme.
Kepala MAN 1 Bungo Bapak Dony Afrian, M.Pd.I menyampaikan dukungan atas program pencegahan terorisme dan radikalisme. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Sekolah akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk FKPT Jambi, untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga persatuan dan menolak radikalisme.
Kegiatan "Menuju Terang: Memahami Terorisme Lewat Empati Digital" diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta dan menjadi bekal dalam membangun Indonesia yang damai, toleran, serta bersatu dalam keberagaman. Kepala MAN 1 Bungo berharap siswa dapat menjadi pelopor perdamaian dan toleransi di lingkungan masing-masing, serta menjadi generasi yang tangguh menghadapi ancaman radikalisme.
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...