
Bungo (MAN 1 Bungo)- Hari kedua pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-XI di MAN 1 Bungo diwarnai dengan lomba Penyelenggaraan Jenazah yang berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan suasana haru dan khidmat di lingkungan sekolah, menjadi salah satu cabang lomba yang paling menyentuh dan sarat nilai religius.
Lomba ini bertujuan menguji pemahaman serta keterampilan siswa dalam tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Para peserta mengikuti lomba dengan penuh keseriusan, mulai dari tahap memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga simulasi menguburkan jenazah. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan kehati-hatian dan kekhusyukan, meskipun menggunakan boneka sebagai media praktik.
Kepala MAN 1 Bungo, Abi Dony Afrian, M.Pd.I, menegaskan pentingnya lomba ini sebagai sarana edukasi. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang harus dikuasai oleh umat Islam. "Melalui lomba ini, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Dewan juri yang terdiri dari ustadz dan guru Pendidikan Agama Islam menilai peserta berdasarkan beberapa aspek, di antaranya ketepatan tata cara memandikan jenazah, kesesuaian pengafanan dengan syariat Islam, bacaan dan gerakan shalat jenazah, adab dan sikap selama penyelenggaraan, serta kekompakan dan koordinasi tim. Penilaian dilakukan secara cermat untuk memastikan setiap tahapan dijalankan sesuai aturan agama.
Koordinator lomba menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan kesadaran beragama di kalangan siswa. "Kami ingin siswa memahami bahwa kematian adalah kepastian dan pengurusan jenazah adalah tanggung jawab bersama umat Islam. Ilmu ini sangat penting dan harus dipraktikkan dengan baik," jelasnya.
Suasana khidmat juga dirasakan oleh para penonton yang hadir. Banyak di antara mereka yang terharu menyaksikan keseriusan dan penghayatan para peserta dalam melaksanakan setiap tahapan lomba. Hal ini menunjukkan bahwa lomba tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga memberikan pembelajaran bagi seluruh warga sekolah yang menyaksikan.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa lomba ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. "Awalnya kami agak nervous, tetapi ini adalah ilmu yang sangat penting. Kami berharap apa yang kami pelajari hari ini bisa bermanfaat ketika nanti dibutuhkan di masyarakat," tutur salah satu peserta.
Lomba Penyelenggaraan Jenazah menjadi bukti bahwa Porseni MAN 1 Bungo tidak hanya mengasah kemampuan di bidang olahraga dan seni, tetapi juga memperkuat pemahaman keagamaan serta nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Porseni MAN 1 Bungo ke-XI akan terus berlanjut dengan berbagai cabang lomba lainnya. Pengumuman juara lomba Penyelenggaraan Jenazah dijadwalkan akan disampaikan bersamaan dengan penutupan seluruh rangkaian kegiatan Porseni.
Sumber: Panitia Porseni
Reporter: Tim Humas MAN 1 Bungo
|
45x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...