Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Bungo Plus Keterampilan # Selamat Datang di Website MAN 1 Bungo Plus KETERAMPILAN http://man1bungo.mdrsh.id # 2 Orang Siswa MAN 1 Bungo Plus Keterampilan Raih Medali Perunggu OMI Tingkat Nasional 2025 # AureL, Juara Harapan 2 Desain Grafis Poster RKMA Plus Keterampilan Tahun 2025 # Porseni Ke-XI Tahun 2025 - Membumikan Kurikulum Cinta Melalui Sportivitas dan Kreativitas Seni dan Olah Raga # 2 Tim MAN 1 Bungo (Aunaris dan Trivis) lolos Semifinal Bedah Data APBN dan APBD Kemenkeu RI
Diposting Pada: Kamis, 16 Oktober 2025

Lomba Syarhil Quran Warnai Pembukaan Porseni XI MAN 1 Bungo

Lomba Syarhil Quran Warnai Pembukaan Porseni XI MAN 1 Bungo

Bungo(MAN 1 Bungo)- Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-XI di MAN 1 Bungo resmi dimulai pada Rabu, 15 Oktober 2025, dengan Lomba Syarhil Quran sebagai salah satu agenda pembuka. Kegiatan ini berlangsung di Aula MAN 1 Bungo dan menghadirkan suasana spiritual yang kental melalui penampilan para siswa yang memadukan seni tilawah, pemaknaan, dan orasi Al-Qur'an.

Lomba Syarhil Quran dikenal sebagai cabang lomba keagamaan yang unik karena menuntut kerja sama tim. Setiap kelompok terdiri dari tiga orang dengan peran berbeda, yaitu pensyarah (orator), sari tilawah (pembaca terjemah atau puisi ayat), dan pembaca tilawah (pembaca Al-Qur'an). Kolaborasi ketiganya menjadi kunci dalam menyampaikan pesan Al-Qur'an secara harmonis dan menyentuh.

Kepala MAN 1 Bungo, Abi Dony Afrian, M.Pd.I, memberikan apresiasi atas antusiasme peserta dan penyelenggaraan lomba ini. Ia menilai Syarhil Quran sebagai bentuk dakwah yang indah, karena siswa tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami maknanya dan mampu menyampaikannya kepada orang lain secara menarik. "Syarhil Quran adalah bentuk dakwah yang sangat indah. Melalui lomba ini, siswa tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami maknanya dan mampu menyampaikannya kepada orang lain dengan cara yang menarik," ujarnya.

Setiap tim tampil dengan persiapan matang, menampilkan sinkronisasi antara bacaan Al-Qur'an, penjabaran makna, dan orasi yang menggugah. Para peserta membawakan tema-tema inspiratif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti akhlak mulia, kesabaran, pentingnya menuntut ilmu, kepedulian sosial, hingga kecintaan kepada Al-Qur'an. Penampilan dimulai dengan pembacaan ayat Al-Qur'an, dilanjutkan sari tilawah, dan diakhiri orasi pensyarah.

Dalam lomba ini, peran pensyarah sangat penting untuk menguraikan tema dan kandungan ayat dengan retorika yang baik. Sari tilawah membacakan terjemahan ayat atau puisi dengan penghayatan, menjembatani bacaan Al-Qur'an dan penjelasan pensyarah. Sementara itu, pembaca tilawah bertanggung jawab membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil dan suara merdu, memperhatikan tajwid dan adab membaca.

Dewan juri yang terdiri dari guru Qur'an Hadits dan ustadz berpengalaman menilai penampilan berdasarkan beberapa aspek, seperti kualitas bacaan Al-Qur'an, pemahaman tema, penyampaian orasi, keindahan pembacaan terjemah, kekompakan tim, serta penampilan dan adab di atas panggung. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan setiap tim mampu menampilkan harmoni dan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur'an.

Suasana lomba berlangsung khusyuk. Penonton yang memenuhi aula tampak antusias dan larut dalam setiap penampilan. Beberapa penonton bahkan terlihat terharu mendengar lantunan ayat suci dan penjelasan maknanya. "Saya merinding mendengar bacaan Al-Qur'an yang merdu ditambah dengan penjelasan yang mudah dipahami. Rasanya seperti dakwah yang sangat menyejukkan," kata salah seorang penonton.

Koordinator lomba menegaskan bahwa Syarhil Quran merupakan bentuk dakwah kreatif yang menggabungkan seni dan pemahaman agama. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk bekerja sama dalam tim, karena keberhasilan penampilan sangat bergantung pada harmoni ketiga peran.

Para peserta mengaku telah mempersiapkan diri secara intensif selama beberapa minggu sebelum lomba. Mereka memilih tema, menyusun naskah orasi, melatih bacaan tilawah, dan melakukan gladi bersih untuk memastikan penampilan berjalan lancar. "Kami berlatih hampir setiap hari setelah pulang sekolah. Prosesnya memang melelahkan, tapi sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar untuk lomba, tetapi juga semakin dekat dengan Al-Qur'an," ujar salah satu ketua tim peserta.

Lomba Syarhil Quran menjadi pembuka yang tepat untuk Porseni MAN 1 Bungo ke-XI, menegaskan komitmen madrasah dalam mengembangkan aspek akademik, seni, dan spiritual siswa. Kepala MAN 1 Bungo berharap, melalui lomba ini akan lahir generasi yang cinta Al-Qur'an, memahami maknanya, dan mampu mengamalkan serta menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an di masyarakat.

Porseni MAN 1 Bungo ke-XI akan terus berlanjut dengan berbagai cabang lomba olahraga dan seni lainnya. Pengumuman juara Lomba Syarhil Quran dijadwalkan pada acara penutupan Porseni bersama dengan cabang lomba lain.

Sumber: Panitia Porseni
Reporter: Tim Humas MAN 1 Bungo

 


40x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. MAN 1 Bungo Raih Penghargaan IKPA Terbaik Periode Semester 1 Tahun 2025 138x dibaca
  2. Cegah plagiarisme, guru pembimbing riset MAN 1 Bungo lakukan pemeriksaan karya siswa dengan aplikasi Turnitin. 205x dibaca
  3. Webinar Strategi Lulus PTN Digelar untuk Siswa MAN 1 Bungo 49x dibaca
  4. Bujang dan Gadis MAN 1 Bungo Sambut Kontingen Jambi Berprestasi 109x dibaca
  5. Siswa XII MIPA 2 MAN 1 Bungo Ikuti Tes Akademik 62x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 1 Bungo Plus Keterampilan

Mars Madrasah