
Bungo (MAN 1 Bungo)-Hari Kedua Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke XI di MAN 1 Bungo berlangsung meriah dan penuh semangat. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan utama adalah Lomba Karya Ilmiah, yang dirancang untuk mengasah kemampuan akademik serta mendorong kreativitas siswa dalam mencari solusi nyata atas berbagai permasalahan di masyarakat.
Lomba Karya Ilmiah pada Porseni ke XI ini memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan akademik siswa secara menyeluruh, sekaligus melatih mereka dalam berpikir kritis dan kreatif menghadapi tantangan. Koordinator Lomba Karya Ilmiah, Dr. Siti Nurhaliza, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menggali potensi intelektual siswa dan membimbing mereka menjadi pemecah masalah yang mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Selain itu, lomba ini juga mendorong lahirnya solusi inovatif atas berbagai permasalahan aktual di lingkungan sekitar. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga diajak untuk mengobservasi, menganalisis, dan memberikan jawaban praktis terhadap isu-isu nyata yang dihadapi masyarakat.
Antusiasme peserta didik terhadap lomba ini sangat tinggi, terlihat dari banyaknya karya ilmiah yang masuk dengan topik-topik relevan. Beberapa karya membahas pengelolaan limbah plastik, optimalisasi pertanian organik untuk ketahanan pangan, penggunaan media sosial yang sehat pada remaja, hingga inovasi energi terbarukan untuk daerah terpencil. Setiap karya menunjukkan riset yang mendalam dan pemahaman yang matang terhadap isu yang diangkat.
Aldi Amanda , salah satu peserta dari kelas XII IPA 1, mengungkapkan bahwa ia memilih topik pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik karena melihat langsung permasalahan tersebut di lingkungan tempat tinggalnya. Ia berharap penelitiannya dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Lomba Karya Ilmiah ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah berbagai keterampilan penting. Selain berbagi pengetahuan, peserta mendapat kesempatan melatih kemampuan menulis ilmiah dan metodologi penelitian yang tepat. Proses penelitian yang dilalui, mulai dari perumusan masalah, studi literatur, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan, menjadi bekal penting untuk pendidikan lanjutan maupun kehidupan profesional mereka.
Selvy, peserta dari kelas XI Mipa 1, menyampaikan bahwa menulis karya ilmiah mengajarkan cara mengorganisir pemikiran, mengutip sumber dengan benar, dan mempresentasikan argumen secara logis. Ia menilai keterampilan ini sangat berharga untuk masa depan.
Dampak positif lain dari lomba ini adalah meningkatnya minat siswa terhadap bidang ilmu tertentu. Dengan memilih topik sesuai minat, peserta semakin termotivasi mendalami disiplin ilmu yang mereka sukai. Kepala Bidang Akademik, Hendra Pratama, menilai hal ini sebagai investasi berharga bagi masa depan pendidikan siswa, karena mereka akan lebih fokus dan berdedikasi dalam mendalami bidang yang diminati.
Tim juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi di berbagai bidang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas karya yang dihasilkan. Mereka menilai tidak hanya metodologi dan hasil penelitian, tetapi juga orisinalitas ide serta potensi implementasi solusi yang ditawarkan. Dr. Bambang Sutrisno, anggota juri dari Institut Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa beberapa karya menunjukkan level penelitian yang sangat baik, bahkan setara dengan karya siswa di kota-kota besar.
Kepala Madrasah MAN 1 Bungo,Abi Dony Afrian,M.Pd.I menyatakan dukungan penuh terhadap Lomba Karya Ilmiah dalam rangkaian Porseni ke XI. Ia menegaskan bahwa ajang ini sejalan dengan visi sekolah untuk mengembangkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kemampuan berinovasi.
Partisipasi dalam Lomba Karya Ilmiah memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa. Portofolio karya ilmiah mereka menjadi aset berharga saat mendaftar ke perguruan tinggi, terutama bagi program yang mempertimbangkan prestasi akademik dan penelitian. Selain itu, pengalaman melakukan riset sejak dini mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademis yang lebih kompleks di jenjang pendidikan berikutnya, serta lebih siap berkontribusi dalam tim penelitian dan proyek kolaboratif di masa depan.
Hari pertama Porseni MAN 1 Bungo ke XI, khususnya dengan digelarnya Lomba Karya Ilmiah, menjadi bukti komitmen sekolah dalam membangun budaya riset dan inovasi. Ajang ini menciptakan momentum penting bagi siswa untuk bertransformasi menjadi pemikir kritis yang mampu mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi kreatif.
Rangkaian kegiatan Porseni ke XI akan terus berlanjut dengan berbagai lomba seni dan olahraga lainnya. Seluruh siswa MAN 1 Bungo diharapkan terus menunjukkan semangat dan dedikasi hingga penutupan acara. Kesuksesan hari pertama ini menandai lahirnya generasi muda yang unggul secara akademis, berpikir kritis, kreatif, dan berkomitmen menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.
Sumber: Panitia Porseni
Reporter: Tim Humas MAN 1 Bungo
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...