
Bungo (MAN 1 Bungo)- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, MAN 1 Bungo menunjukkan komitmen dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berkarakter Islami. Melalui ICT Club, siswa-siswi madrasah diberdayakan untuk menguasai keterampilan digital sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap karya mereka.
ICT Club MAN 1 Bungo menjadi wadah strategis bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan ekstrakurikuler ini tidak hanya menekankan penguasaan teknis, tetapi juga pentingnya etika digital dan penerapan nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi sehari-hari.
Pembina ICT Club MAN 1 Bungo menegaskan, "Kami ingin memastikan siswa-siswi kami tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan tuntunan agama." Melalui berbagai program pelatihan dan kompetisi, ICT Club telah melahirkan siswa-siswi yang kompeten di bidang pembuatan konten digital, videografi, fotografi, desain grafis, hingga pengelolaan media sosial yang edukatif.
Pada tahun 2024, ICT Club MAN 1 Bungo berhasil meraih juara ketiga dalam Kompetisi Film Pendek Indonesia (KFPI) tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di bidang teknologi dan multimedia. Film pendek yang digarap oleh tim ICT Club mengangkat tema nilai-nilai keislaman dalam kehidupan remaja modern. Dengan narasi yang kuat dan eksekusi yang apik, karya tersebut berhasil menyentuh hati dewan juri dan penonton.
Salah satu anggota tim produksi menyampaikan, "Film ini adalah hasil kerja keras tim yang luar biasa. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam sangat relevan dengan kehidupan remaja masa kini, dan teknologi bisa menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut." Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama MAN 1 Bungo, tetapi juga memotivasi siswa-siswi lain untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang multimedia dan teknologi.
Melanjutkan kesuksesan tersebut, pada Oktober 2025 ICT Club menyelenggarakan program "Literasi Digital Reform 2025" dengan tema "Media Digital sebagai Jembatan Pelestarian Budaya: Majalah Digital dan Dokumentasi Warisan Lokal". Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan dan Laboratorium TIK MAN 1 Bungo, menghadirkan rangkaian program yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan pelestarian budaya. Program ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada siswa sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya lokal.
Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi workshop pembuatan majalah digital, pelatihan fotografi budaya, seminar literasi digital, kompetisi konten kreatif, dan pameran karya digital. Dalam workshop majalah digital, peserta diajarkan teknik penulisan, tata letak, desain visual, hingga strategi distribusi konten digital. Pelatihan fotografi budaya membekali siswa dengan teknik memotret objek budaya secara efektif, sementara seminar literasi digital menghadirkan narasumber yang membagikan wawasan tentang pemanfaatan media digital untuk pelestarian budaya dan etika bermedia sosial. Kompetisi konten kreatif menjadi ajang siswa menampilkan karya bertema budaya lokal, dan seluruh hasil karya dipamerkan dalam galeri digital yang dapat diakses oleh civitas academica dan masyarakat umum.
Kegiatan Literasi Digital Reform 2025 mendapat respons positif dari siswa, guru, dan masyarakat. Ratusan siswa mengikuti rangkaian acara dengan antusias, menunjukkan minat tinggi generasi muda terhadap teknologi dan pelestarian budaya. Salah satu peserta workshop menyatakan, "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga semakin mencintai budaya lokal kami. Ini adalah kombinasi yang sempurna."
Kepala MAN 1 Bungo memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras ICT Club dalam menyelenggarakan program berkualitas. "Program seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital. Kami bangga dengan dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh ICT Club," ujarnya.
Ke depan, ICT Club MAN 1 Bungo memiliki visi mencetak generasi digital creator yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab dalam berkarya. Dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, setiap konten yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. ICT Club berencana terus mengadakan program inovatif, menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, dan memberikan wadah yang lebih luas bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka di bidang teknologi dan kreativitas digital.
Pembina ICT Club menambahkan, "Kami ingin siswa-siswi kami menjadi generasi yang tidak hanya konsumen teknologi, tetapi juga creator yang bijak dan produktif. Dengan keterampilan yang mereka miliki, kami yakin mereka akan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan agama."
Prestasi dan program-program berkualitas yang diselenggarakan ICT Club MAN 1 Bungo membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi pelopor dalam membangun generasi emas berbasis teknologi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Sumber : Pimpinan Redaksi MANsalit
Penulis : Tim Redaksi
|
120x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...