
Bungo (MAN 1 Bungo)- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bungo berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) yang diikuti oleh PMR Wira MAN 1 Bungo dan PMR Widya SMPN 3 Bungo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR di bidang pertolongan pertama serta memperdalam pemahaman tentang sejarah PMI.

Pada sesi pertama, para pembina dari PMI Kabupaten Bungo memaparkan sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia dan gerakan Palang Merah Internasional. Peserta diajak memahami latar belakang organisasi, prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, serta peran penting PMR dalam gerakan kemanusiaan. Narasumber menjelaskan secara rinci tujuh prinsip dasar Palang Merah, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Penjelasan ini disambut antusias oleh peserta yang aktif mencatat dan bertanya.
"Sebagai anggota PMR, kalian harus memahami sejarah dan prinsip-prinsip kepalangmerahan. Ini adalah fondasi yang akan membentuk karakter kalian sebagai relawan muda yang peduli kemanusiaan," ujar salah satu narasumber dari PMI Kabupaten Bungo.
Setelah materi sejarah, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Materi ini menjadi fokus utama karena merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap anggota PMR. Para instruktur dari PMI tidak hanya memberikan penjelasan teori, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung berbagai teknik pertolongan pertama. Demonstrasi meliputi penanganan luka ringan, pembalutan, penanganan patah tulang, teknik resusitasi jantung paru (RJP), dan posisi pemulihan.
Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempraktikkan teknik yang telah diajarkan. Setiap kelompok didampingi oleh pembina dari PMI agar gerakan yang dilakukan benar dan sesuai prosedur. Para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti sesi praktik, bahkan beberapa di antaranya meminta untuk mengulang gerakan tertentu agar lebih mahir.
"Kami sangat senang bisa berbagi ilmu dengan adik-adik PMR. Pertolongan pertama adalah keterampilan yang sangat penting dan bisa menyelamatkan nyawa. Karena itu, kalian harus benar-benar menguasainya," jelas salah satu instruktur dari PMI Kabupaten Bungo.
Selama pelatihan, suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Mereka juga mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Salah satu peserta dari PMR Wira MAN 1 Bungo menyampaikan, "Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Kami jadi lebih paham tentang sejarah PMI dan lebih percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama."
Panitia pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Bungo atas kesediaan mereka berbagi ilmu dan pengalaman. Kehadiran PMI dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas anggota PMR di sekolah. "Kami sangat berterima kasih kepada PMI Kabupaten Bungo yang telah mendukung kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan PMR di sekolah-sekolah," ujar ketua panitia pelaksana.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan latihan gabungan ini akan terus berlanjut dengan berbagai materi dan simulasi lain hingga hari Minggu, guna memperkuat kemampuan anggota PMR dalam menghadapi situasi darurat.
Sumber : Anggota PMR
Penulis : Tim Humas MAN 1 Bungo
|
64x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...