
Bungo (MAN 1 Bungo)- Peserta Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) Wira MAN 1 Bungo dan PMR Widya SMPN 3 Bungo mendapatkan pembekalan materi penting tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dari narasumber Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bungo. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan MAN 1 Bungo dan menjadi salah satu agenda utama dalam latihan gabungan tersebut.
Materi P3K yang disampaikan bersifat komprehensif dan sistematis. Narasumber memulai dengan menjelaskan prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama, tujuan pemberian P3K, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat menemukan korban kecelakaan. Salah satu konsep penting yang ditekankan adalah "Golden Hour", yaitu satu jam pertama yang sangat menentukan keselamatan korban. Peserta juga diperkenalkan pada metode penilaian kondisi korban menggunakan DRS (Danger, Response, Send for help).
"Pertolongan pertama yang cepat dan tepat bisa menyelamatkan nyawa. Karena itu, sebagai anggota PMR, kalian harus benar-benar menguasai teknik-teknik dasar ini," ujar narasumber dari PMI Kabupaten Bungo dalam sesi pemaparan.
Berbagai teknik pertolongan pertama diajarkan kepada peserta, mulai dari penanganan luka dan pendarahan, pengenalan serta penanganan patah tulang dan cedera, hingga teknik resusitasi jantung paru (RJP). Peserta juga mempelajari cara menempatkan korban tidak sadar dalam posisi pemulihan yang aman, serta penanganan kondisi darurat lain seperti pingsan, tersedak, gigitan ular, dan luka bakar.
Setelah pemaparan teori, narasumber melakukan demonstrasi setiap teknik menggunakan manekin dan alat peraga. Peserta memperhatikan dengan saksama, kemudian dibagi dalam kelompok kecil untuk mempraktikkan teknik yang telah diajarkan. Dalam praktik ini, peserta saling bergantian menjadi penolong dan korban, serta saling mengoreksi agar pemahaman semakin mendalam.
"Praktik ini sangat membantu kami memahami teori yang sudah dijelaskan. Dengan mencoba sendiri, kami jadi lebih ingat dan lebih percaya diri," ungkap salah seorang peserta usai praktik.
Selain teknik pertolongan, peserta juga dikenalkan dengan berbagai peralatan dalam kotak P3K standar. Mereka belajar mengenali fungsi alat seperti kasa steril, perban, plester, gunting, sarung tangan medis, dan obat-obatan dasar. Narasumber menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan sterilitas alat, serta cara penyimpanan yang benar agar selalu siap digunakan.
Untuk mengukur pemahaman, di akhir sesi narasumber mengadakan evaluasi. Beberapa peserta diminta mendemonstrasikan teknik tertentu di depan kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta sudah mampu melakukan teknik dasar pertolongan pertama dengan baik, meski tetap dianjurkan untuk terus berlatih.
"Saya sangat puas dengan antusiasme dan kemampuan belajar adik-adik. Mereka cepat menangkap materi dan serius saat praktik. Saya yakin mereka akan menjadi penolong pertama yang handal," puji narasumber dari PMI Kabupaten Bungo.
Para peserta menyatakan komitmen untuk terus berlatih dan mengaplikasikan ilmu yang telah diterima. Mereka menyadari pentingnya keterampilan pertolongan pertama sebagai bekal untuk membantu orang lain di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat.
Sumber : Anggota PMR
Penulis : Tim Humas MAN 1 Bungo
|
41x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...