
Bungo (MAN 1 Bungo)- Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bersama seluruh ekstrakurikuler MAN 1 Bungo mempersembahkan pertunjukan drama berjudul "10 November" dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada Senin, 11 November 2024. Acara ini digelar di Lapangan Upacara MAN 1 Bungo, sesaat setelah upacara bendera peringatan Hari Pahlawan selesai dilaksanakan.
Pertunjukan drama ini merupakan hasil kolaborasi antara OSIM dan berbagai unit ekstrakurikuler di MAN 1 Bungo, seperti pramuka, PMR, paskibra, seni teater, serta unit kesenian lainnya. Seluruh anggota ekstrakurikuler berperan aktif dalam menyukseskan pertunjukan, baik sebagai pemain, kru, maupun pendukung acara.
Pembina OSIM yang bertindak sebagai sutradara menjelaskan bahwa drama "10 November" dipersembahkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Ia berharap, melalui pertunjukan seni ini, siswa-siswi MAN 1 Bungo dapat lebih memahami dan menghayati makna perjuangan para pahlawan. "Kami ingin generasi muda, khususnya siswa-siswi MAN 1 Bungo, dapat lebih menghayati dan memahami makna perjuangan para pahlawan melalui pertunjukan seni yang mendalam," ujarnya.
Drama "10 November" mengangkat kisah heroik Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, yang menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah. Melalui dialog, latar panggung, dan akting para siswa, penonton diajak merasakan suasana perjuangan yang penuh pengorbanan pada masa itu. Para pemain yang merupakan siswa-siswi MAN 1 Bungo tampil total dalam memerankan tokoh-tokoh pahlawan dan pejuang kemerdekaan. Kostum, properti, dan tata panggung dirancang dengan detail untuk menciptakan suasana autentik, sehingga penonton dapat merasakan atmosfer perjuangan kemerdekaan.
Pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit ini mendapat sambutan meriah dari seluruh warga madrasah yang hadir sebagai penonton. Tepuk tangan kerap terdengar, terutama pada adegan-adegan yang menggambarkan keberanian dan pengorbanan para pahlawan. Salah seorang siswa kelas XI mengaku sangat terharu setelah menyaksikan drama tersebut. "Saya sangat terharu menyaksikan drama ini. Saya jadi lebih mengerti betapa besar pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan yang kita nikmati sekarang," ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bungo memberikan apresiasi atas inisiatif OSIM dan seluruh ekstrakurikuler dalam menghadirkan pertunjukan drama sebagai media pembelajaran alternatif. Ia menilai, melalui seni drama, nilai-nilai kepahlawanan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh hati siswa. "Ini adalah bentuk kreativitas positif yang patut diacungi jempol. Melalui seni drama, nilai-nilai kepahlawanan dapat tersampaikan dengan lebih mengena di hati para siswa," katanya. Kepala madrasah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada peringatan hari-hari bersejarah lainnya, agar semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air semakin tertanam dalam diri setiap siswa.
Pada akhir pertunjukan, seluruh pemain dan penonton bersama-sama mengumandangkan yel-yel kebangsaan sebagai simbol komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Siswa-siswi MAN 1 Bungo bertekad untuk terus berprestasi, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Drama "10 November" tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana pembelajaran tentang pengorbanan, keberanian, dan cinta tanah air yang diwariskan para pahlawan. Semangat perjuangan yang ditampilkan diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Sumber : Pembina OSIM
Penulis : Tim Humas MAN 1 Bungo
|
47x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...