Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Bungo Plus Keterampilan # Selamat Datang di Website MAN 1 Bungo Plus KETERAMPILAN http://man1bungo.mdrsh.id # 2 Orang Siswa MAN 1 Bungo Plus Keterampilan Raih Medali Perunggu OMI Tingkat Nasional 2025 # AureL, Juara Harapan 2 Desain Grafis Poster RKMA Plus Keterampilan Tahun 2025 # Porseni Ke-XI Tahun 2025 - Membumikan Kurikulum Cinta Melalui Sportivitas dan Kreativitas Seni dan Olah Raga # 2 Tim MAN 1 Bungo (Aunaris dan Trivis) lolos Semifinal Bedah Data APBN dan APBD Kemenkeu RI
Diposting Pada: Sabtu, 29 November 2025

Buku Ibadah Amaliah Jadi Syarat Ujian ASAS di MAN 1 Bungo

Buku Ibadah Amaliah Jadi Syarat Ujian ASAS di MAN 1 Bungo

Menjelang Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, MAN 1 Bungo menerapkan kebijakan baru bagi para siswanya. Setiap siswa diwajibkan menyelesaikan Buku Ibadah Amaliah sebagai syarat utama untuk dapat mengikuti ujian tersebut. Kebijakan ini bertujuan membentuk karakter religius dan meningkatkan kualitas spiritual siswa, sejalan dengan visi sekolah.

Buku Ibadah Amaliah merupakan catatan harian aktivitas keagamaan siswa selama satu semester. Setiap siswa harus mengisi buku ini dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti shalat lima waktu, shalat dhuha, tadarus Al-Qur'an, hafalan Juz Amma, dzikir, doa harian, infaq, sedekah, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan di sekolah maupun lingkungan sekitar. Setiap aktivitas yang dicatat harus diverifikasi melalui tanda tangan wali kelas, guru, atau orang tua, tergantung lokasi pelaksanaan ibadah.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Bungo menjelaskan, "Buku Ibadah Amaliah adalah komitmen MAN 1 Bungo untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat spiritual. Makanya kami jadikan sebagai syarat wajib untuk ikut ujian." Kebijakan ini telah disosialisasikan sejak awal semester agar siswa dapat mengisi buku secara rutin dan tidak menumpuk di akhir semester.

Pengisian Buku Ibadah Amaliah tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kendala yang dihadapi siswa antara lain lupa mengisi buku, kehilangan buku, kesulitan mendapatkan tanda tangan verifikasi, hingga ketidakkonsistenan dalam beribadah. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah memberikan solusi seperti pengingat rutin dari wali kelas, penyediaan buku pengganti bagi yang hilang, serta penggantian verifikator bagi siswa yang tinggal di asrama.

wali kelas membimbing siswa dalam mengisi dan menyelesaikan Buku Ibadah Amaliah. Setiap minggu, guru melakukan pengecekan progres dan memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan. "Kami tidak hanya menuntut siswa mengisi buku, tapi juga membimbing mereka untuk benar-benar meningkatkan kualitas ibadah. Buku ini hanya alat, tujuan utamanya adalah pembentukan karakter religius," ujar salah satu guru PAI.

Menjelang batas akhir pengumpulan, wali kelas melakukan pengecekan kelengkapan Buku Ibadah Amaliah. Siswa yang belum lengkap diberi waktu tambahan untuk melengkapi catatan mereka. Sekolah menerapkan sanksi tegas bagi siswa yang tidak menyelesaikan buku tepat waktu, seperti tidak diizinkan mengikuti ASAS dan harus menjalani pembinaan khusus. Orang tua juga akan dipanggil untuk mencari solusi bersama.

Buku Ibadah Amaliah tidak hanya berisi catatan aktivitas, tetapi juga halaman refleksi spiritual. Di sini, siswa diminta menuliskan pengalaman, perasaan, dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama menjalankan ibadah. Halaman refleksi ini menjadi ruang bagi siswa untuk merefleksikan perjalanan spiritual mereka selama satu semester.

Selain sebagai syarat administratif, Buku Ibadah Amaliah juga terintegrasi dengan penilaian praktik keagamaan dalam mata pelajaran PAI. Konsistensi dan kelengkapan pengisian buku menjadi salah satu komponen penilaian yang cukup signifikan. Sekolah juga mengadakan kompetisi Buku Ibadah Amaliah terbaik untuk memotivasi siswa, dengan penilaian berdasarkan kelengkapan, kerapian, konsistensi, dan kualitas refleksi.

Banyak siswa mengaku awalnya merasa terbebani, namun seiring waktu mereka mulai merasakan manfaatnya. Buku ini membantu mereka lebih disiplin dan konsisten dalam beribadah. Beberapa siswa bahkan merasa lebih tenang dan fokus belajar setelah rutin menjalankan ibadah yang dicatat dalam buku.

Kepala MAN 1 Bungo mengapresiasi keseriusan siswa dalam menyelesaikan Buku Ibadah Amaliah. Ia berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi ciri khas sekolah dalam membentuk siswa yang berkarakter dan berakhlak mulia. "Alhamdulillah, mayoritas siswa menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan Buku Ibadah Amaliah. Ini menunjukkan bahwa mereka memahami bahwa prestasi akademik harus diimbangi dengan kualitas spiritual," ujarnya.

Guru-guru berpesan agar siswa tidak menganggap buku ini sebagai beban, melainkan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan membangun kebiasaan baik yang akan menjadi bekal di masa depan.

 


55x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Siswa MAN 1 Bungo Panen Sawi Hidroponik Perdana 32x dibaca
  2. Pastikan Kompetensi dan Profesionalisme, GPL Monitoring PKL Siswa Teknik Elektro di Setda hingga Polres Bungo 123x dibaca
  3. SISWA MAN 1 BUNGO RAIH BEASISWA DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM JAKARTA TAHUN 2019 630x dibaca
  4. Tim ILC XI BB MAN 1 Bungo Raih Juara 3 Deklarasi Sumpah Pemuda 44x dibaca
  5. LAUNCHING SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN (SSK) DI MAN 1 BUNGO PLUS KETERAMPILAN OLEH DINAS P3AP2 PROVINSI JAMBI BERJALAN SUKSES 1207x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 1 Bungo Plus Keterampilan

Mars Madrasah