
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi. Salah satu guru Teknik Elektronika, Eko Ady Saputra, M.Pd.T, mempresentasikan proyek inovatif dari siswa kelas XII berupa miniatur palang pintu kereta api otomatis di hadapan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) MA Plus Keterampilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penilaian kualitas pendidikan di MAN 1 Bungo. Tim Monev yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Dedi Irama Silalahi, secara langsung mengunjungi MAN 1 Bungo untuk meninjau pelaksanaan program MA Plus Keterampilan, khususnya di bidang Teknik Elektronika. Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa program keterampilan yang dijalankan sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia pendidikan serta industri.
Proyek miniatur palang pintu kereta api otomatis yang dipresentasikan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam menerapkan konsep elektronika, mikrokontroler, dan sistem kendali otomatis. "Kami ingin siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat," ujar Eko Ady Saputra. Melalui proyek ini, siswa diajak untuk memahami secara langsung proses perancangan, perakitan, hingga pemrograman sistem elektronika yang kompleks.
Dalam presentasinya, Eko Ady Saputra menjelaskan secara rinci mengenai konsep, desain, dan implementasi proyek yang dikerjakan bersama siswa jurusan Teknik Elektronika. Proyek ini memanfaatkan berbagai komponen seperti sensor, mikrokontroler, motor servo, dan sistem alarm terintegrasi untuk mensimulasikan sistem palang pintu kereta api yang sesungguhnya. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Tim Monev dari Kanwil Kemenag Provinsi Jambi memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh MAN 1 Bungo. Mereka menilai bahwa proyek seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan dapat menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi teknik atau langsung memasuki dunia kerja. Proyek ini juga menunjukkan bahwa madrasah mampu berinovasi dan menghasilkan karya yang aplikatif.
Wakil Kepala Kurikulum MAN 1 Bungo turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan komitmen madrasah untuk terus mengembangkan program keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak terkait dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan produktif. Dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat penting untuk mendorong kemajuan pendidikan vokasi di madrasah.
Keberhasilan proyek miniatur palang pintu kereta api otomatis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Provinsi Jambi untuk mengembangkan program keterampilan berkualitas. MAN 1 Bungo membuktikan bahwa pendidikan madrasah tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang sains dan teknologi. Inovasi yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa madrasah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Para siswa yang terlibat dalam proyek ini mendapatkan pengalaman berharga dalam mendesain, merakit, dan memprogram sistem elektronika yang kompleks. Selain itu, mereka juga belajar mengenai kerja sama tim, pemecahan masalah, dan kreativitas dalam menyelesaikan tantangan teknis. Keterampilan ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0, di mana penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan.
|
59x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...