
Bungo- MAN 1 Bungo kembali menggelar panen raya di kebun hidroponik madrasah. Kegiatan ini dipimpin oleh Syamsul Bahri, S.Sos, guru mata pelajaran keterampilan hidroponik, bersama para siswa yang tergabung dalam program tersebut. Pada panen kali ini, bayam dan selada yang tumbuh subur berhasil dipanen dan siap dipasarkan.
Suasana pagi di kebun hidroponik MAN 1 Bungo tampak ramai dengan aktivitas para siswa. Syamsul Bahri memimpin langsung proses pemilahan hasil panen. Para siswa dengan teliti memisahkan bayam dan selada berdasarkan ukuran serta kualitas, memastikan hanya produk terbaik yang akan dipasarkan. "Proses pemilahan ini sangat penting untuk memastikan produk yang akan dipasarkan memiliki kualitas terbaik. Kami mengajarkan siswa untuk tidak hanya pandai menanam, tapi juga memahami standar kualitas produk," ujar Syamsul Bahri sambil memberikan arahan kepada siswa.
Hasil panen kali ini cukup melimpah. Bayam hijau segar dan selada keriting yang dipanen menunjukkan kualitas yang baik, berkat sistem hidroponik yang diterapkan di sekolah. Metode ini terbukti mampu mempercepat waktu panen dan menghasilkan sayuran yang lebih bersih serta sehat dibandingkan metode konvensional. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari memanen, mencuci, memilah, hingga mengemas sayuran ke dalam plastik.
Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya bisa belajar langsung tentang hidroponik. "Saya senang sekali bisa belajar hidroponik langsung dari Pak Syamsul. Selain dapat ilmu, kami juga bisa merasakan hasil kerja keras kami sendiri," katanya dengan semangat.
Program keterampilan hidroponik di MAN 1 Bungo merupakan bagian dari upaya sekolah membekali siswa dengan keterampilan praktis. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mulai dari pembibitan, perawatan, pemanenan, hingga pemasaran hasil panen. "Kami ingin siswa memiliki keterampilan yang bisa dijadikan bekal masa depan. Pertanian hidroponik adalah peluang usaha yang menjanjikan, terutama di era modern seperti sekarang," jelas Syamsul Bahri.
Hasil panen bayam dan selada hidroponik dari MAN 1 Bungo tidak hanya dikonsumsi di lingkungan sekolah, tetapi juga dipasarkan ke masyarakat sekitar dan pelanggan tetap. Produk-produk ini diminati karena kualitasnya yang segar, bersih, dan bebas pestisida. Harga yang ditawarkan juga bersaing, sehingga semakin banyak pelanggan yang tertarik. "Bayam dan selada kami diminati karena segar, bersih, dan sehat. Pelanggan kami terus bertambah, bahkan ada yang sudah memesan untuk minggu depan," tambah Syamsul Bahri.
Keberhasilan panen kali ini semakin memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan kebun hidroponik sekolah. Ke depan, mereka berencana menambah varietas tanaman seperti sawi, pakcoy, dan kangkung. Dengan bimbingan Syamsul Bahri yang penuh dedikasi, program keterampilan hidroponik di MAN 1 Bungo terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa.
Semangat berkarya dan berinovasi terus ditanamkan kepada para siswa, agar mereka siap menjadi generasi muda yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Sumber : Guru Hidroponik
Penulis : SN
|
98x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...