
Bungo (MAN 1 Bungo) - Usai melaksanakan apel pembukaan hari keempat magang, siswa kelas XII Keterampilan Hidroponik MAN 1 Bungo langsung menuju lokasi Hidroponik untuk melaksanakan pengecekan terhadap bibit tanaman, Rabu (21/1/2026).
Para siswa yang dipandu langsung oleh guru pembimbing magang, Bapak Syamsul Bahri, S.Sos., melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi bibit tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan di sistem hidroponik.
Rangkaian Kegiatan Pengecekan

Kegiatan pengecekan bibit tanaman hidroponik dilakukan secara sistematis dan mencakup beberapa aspek penting, di antaranya: Pemeriksaan Kesehatan Tanaman - Siswa mengamati kondisi daun, batang, dan akar untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit atau serangan hama
Pengecekan Larutan Nutrisi - Mengukur pH dan tingkat kepekatan larutan nutrisi dalam sistem hidroponik untuk memastikan tanaman mendapat asupan gizi yang optimal Evaluasi Pertumbuhan - Mencatat perkembangan tinggi tanaman dan jumlah daun yang tumbuh sebagai indikator kesehatan tanaman Pemeriksaan Sistem Irigasi - Memastikan aliran air dan distribusi nutrisi berjalan dengan baik ke seluruh tanaman
"Pengecekan rutin seperti ini sangat penting untuk memastikan tanaman tumbuh optimal. Siswa harus memahami setiap detail dalam perawatan tanaman hidroponik agar hasil panen maksimal," jelas Bapak Syamsul Bahri sambil memberikan pengarahan teknis kepada siswa.
Para siswa terlihat sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan pengecekan ini. Mereka dengan teliti mencatat setiap temuan dan kondisi tanaman dalam buku jurnal PKL masing-masing. Beberapa siswa juga aktif bertanya mengenai cara mengatasi kendala yang ditemukan pada beberapa bibit tanaman.

"Saya sangat senang bisa praktik langsung seperti ini. Kami jadi lebih paham cara merawat tanaman hidroponik dengan benar," ujar salah satu siswa peserta PKL.
Kegiatan pengecekan berlangsung selama kurang lebih dua jam, dengan siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk memeriksa berbagai jenis tanaman hidroponik yang dibudidayakan, seperti selada, sawi, kangkung, dan tomat.
Melalui kegiatan praktik langsung ini, siswa tidak hanya memahami teori yang telah dipelajari di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dalam pengelolaan hidroponik secara nyata. Pengalaman hands-on seperti ini menjadi bekal berharga bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian modern.
Ke depannya, siswa diharapkan dapat mandiri dalam mengelola sistem hidroponik dan bahkan membuka peluang usaha di sektor agribisnis hidroponik setelah lulus dari madrasah.
Sumber : Guru Pembimbing Lapangan
Penulis : SN
|
105x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...