
Pagi yang cerah di Kabupaten Bungo menjadi awal perjalanan dua guru pembimbing dari MAN 1 Bungo, yakni Ibu Simurni dan Ibu Kasmaini, S.Pd. Keduanya memiliki misi penting untuk memastikan siswa-siswi kelas XII yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) tidak hanya aman, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan nyata di dunia kerja, Kamis (29/01/2026).
Ibu Simurni memulai pemantauan di Fotocopy Ammar, tempat siswa jurusan Multimedia sedang menjalani PKL. Di lokasi ini, siswa tidak hanya belajar mengoperasikan mesin fotokopi, tetapi juga berinteraksi dengan pelanggan dan mengerjakan desain sederhana menggunakan komputer. Ibu Simurni menyapa siswa dan menanyakan perkembangan mereka. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa meski awalnya merasa gugup, ia kini lebih percaya diri berkat bimbingan dari pemilik usaha.

Sementara itu, Ibu Kasmaini melakukan pemantauan di Bengkel Las Sauqi. Di tengah suasana bengkel yang dipenuhi suara mesin dan percikan api, siswa jurusan Teknik Pengelasan tampak serius mempraktikkan keterampilan mereka. Ibu Kasmaini berdialog dengan siswa dan pemilik bengkel, mengenai perkembangan keterampilan dan sikap kerja siswa.
Bagi kedua guru pembimbing tersebut, pemantauan PKL bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Mereka menilai kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian untuk memastikan siswa mendapat pengalaman kerja yang relevan dan membangun karakter. Ibu Simurni menegaskan pentingnya memastikan ilmu yang diajarkan di madrasah dapat diterapkan di dunia nyata. "Kami guru tidak hanya mengajar di kelas. Kami harus memastikan bahwa apa yang kami ajarkan bisa diterapkan di dunia nyata. Makanya, pemantauan ini sangat penting," ujarnya. Ibu Kasmaini menambahkan bahwa melihat siswa bertumbuh dan dihargai di tempat PKL merupakan kebahagiaan tersendiri bagi guru.
Pemantauan PKL memberikan berbagai manfaat strategis. Pertama, kegiatan ini menjamin kualitas pembelajaran dengan memastikan siswa memperoleh pengalaman kerja sesuai kompetensi keahlian. Kedua, guru dapat mengevaluasi kesesuaian materi pembelajaran dengan kebutuhan industri, sehingga kurikulum dapat terus diperbaiki. Ketiga, kunjungan guru memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia usaha, membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kehadiran guru di lokasi PKL memberikan dukungan moral bagi siswa dan memungkinkan identifikasi dini atas masalah yang mungkin dihadapi. Terakhir, pemantauan ini membantu membentuk karakter profesional siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan etika kerja.
Di Fotocopy Ammar dan Bengkel Las Sauqi, siswa-siswa MAN 1 Bungo terus belajar dan berkembang, didampingi oleh guru-guru yang setia membimbing mereka untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Sumber : Humas MAN 1 Bungo
Penulis : SN
|
84x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...