
Bungo- Kegiatan penanaman pohon kayu manis di Dusun Bedaro menjadi salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mengimplementasikan konsep ekoteologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Perkemahan Pramuka Masuk Desa 9 dan melibatkan Pembina Pramuka, Pembina OSIM Syamsul Bahri, masyarakat Dusun Bedaro, serta anggota Pramuka MAN 1 Bungo.
Pohon yang dipilih untuk ditanam adalah kayu manis (Cinnamomum), tanaman asli Jambi yang dikenal memiliki nilai ekonomis dan ekologis tinggi. Pemilihan kayu manis didasarkan pada kesesuaiannya dengan iklim dan tanah di Jambi, serta potensi manfaat jangka panjang yang dapat diberikan kepada masyarakat setempat. Penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya menambah penghijauan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan di masa depan.
Syamsul Bahri, selaku Pembina OSIM dan Pembina Pramuka Kakak Wari Astuti, memberikan arahan kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa ekoteologi mengajarkan manusia untuk menjaga alam sebagai bagian dari ibadah. "Ekoteologi mengajarkan kita bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah kita. Allah SWT telah mengamanahkan bumi ini kepada kita untuk dijaga dan dilestarikan," ujarnya saat memberikan motivasi kepada peserta sambil memegang bibit pohon kayu manis.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun Bedaro. Salah satu warga yang ikut berpartisipasi menyatakan rasa senangnya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman pohon kayu manis tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga di masa mendatang.
Para anggota Pramuka tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bersama-sama menggali lubang, menanam bibit, dan menyiram pohon dengan penuh tanggung jawab. Para pembina turut membimbing secara langsung agar proses penanaman berjalan dengan baik dan benar.

Kakak Wari Astuti, S.Ag, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan perpaduan antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan untuk mencintai alam sebagai bagian dari akhlak mulia yang harus dimiliki setiap muslim.

Program ekoteologi yang diinisiasi Kementerian Agama ini sejalan dengan semangat kepramukaan yang menanamkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Melalui aksi nyata seperti penanaman pohon, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.
Diharapkan, kegiatan ekoteologi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan hidup bersama.
Sumber : Pembina Pramuka
Penulis : SN
|
109x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...