
Bungo - Suasana di kebun hidroponik MAN 1 Bungo pada Kamis (12/3/2026) tampak semarak dan penuh keceriaan. Ratusan tanaman sayuran tumbuh subur di bawah instalasi pipa-pipa putih, menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembelajaran praktik yang dijalani para siswa. Pada hari itu, siswa-siswi kelas XII Keterampilan Hidroponik menggelar Panen Raya Hidroponik sebagai puncak dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang telah mereka jalani dengan penuh dedikasi.
Tiga jenis sayuran menjadi hasil utama panen kali ini, yaitu pakcoy, sawi, dan selada. Pakcoy terlihat rimbun dengan daun lebar kehijauan, sawi memiliki tangkai putih yang tampak segar, dan selada tumbuh keriting serta menarik. Semua tanaman tersebut dibudidayakan dengan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), yang seluruh prosesnya dikelola langsung oleh para siswa. Mereka bertanggung jawab mulai dari perawatan nutrisi, pemantauan pH air, hingga pengendalian hama secara organik.
"Kami memulai dari benih. Kami yang menyemai, merawat setiap hari, memantau pertumbuhannya, dan hari ini kami memanen bersama Bapak dan Ibu guru. Rasanya luar biasa bangga!" ujar salah satu siswa kelas XII Keterampilan Hidroponik MAN 1 Bungo.
Momen panen raya ini semakin istimewa dengan keterlibatan seluruh dewan guru MAN 1 Bungo. Pihak madrasah memberikan kesempatan kepada para guru untuk turun langsung ke kebun dan memanen sendiri sayuran segar pilihan mereka. Antusiasme para guru terlihat jelas saat mereka memilih selada, mencabut pakcoy, dan memotong sawi bersama para siswa. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tercipta di antara deretan pipa-pipa hidroponik, mempererat hubungan antara guru dan murid di luar suasana kelas.
Kepala MAN 1 Bungo menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program PKL Hidroponik ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti ketekunan, tanggung jawab, kerja sama tim, dan jiwa kewirausahaan kepada para siswa.
"Program Hidroponik ini adalah bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar teori, tapi juga tempat mencetak generasi yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia nyata," ujar Kepala MAN 1 Bungo.
Guru pembimbing PKL Hidroponik Bapak Syamsul Bahri, S.Sos menambahkan bahwa para siswa telah menjalani proses panjang sejak awal semester. Mereka mempelajari teori dasar hidroponik, merakit instalasi, menyemai benih, menjaga keseimbangan nutrisi larutan, serta menghadapi tantangan seperti serangan hama dan perubahan cuaca. Semua proses tersebut dijalani dengan semangat dan ketekunan.

Para guru yang ikut memanen juga mengapresiasi kualitas hasil panen. Sayuran yang dipanen terlihat segar, bersih, bebas pestisida, dan memiliki ukuran yang seragam. Hal ini menunjukkan bahwa proses perawatan dilakukan secara teliti dan profesional oleh para siswa. Beberapa guru mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan panen seperti ini dan merasa pengalaman tersebut sangat berkesan.
Kegiatan panen raya ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh warga sekolah tentang pentingnya ketahanan pangan berbasis teknologi ramah lingkungan. Di tengah isu perubahan iklim dan ketergantungan pada pestisida kimia, sistem hidroponik menjadi solusi pertanian masa depan yang efisien, bersih, dan berkelanjutan. Para siswa MAN 1 Bungo telah membuktikan kemampuan mereka dalam mengelola sistem ini dengan baik.
Panen raya hidroponik di MAN 1 Bungo bukan hanya perayaan hasil panen sayuran, tetapi juga perayaan semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, dan kebanggaan atas kerja keras yang telah dilakukan. Seluruh siswa kelas XII Keterampilan Hidroponik mendapat apresiasi atas dedikasi dan usaha mereka, menjadikan mereka kebanggaan bagi MAN 1 Bungo.
Sumber : Guru Pembimbing Lapangan
Penulis : SN
|
249x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...