
Bungo, 15 April 2026 — Siswa kelas XI MIPA 3 MAN 1 Bungo menampilkan kreativitas dengan membuat video promosi permainan tradisional sebagai bagian dari tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya inovatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Penugasan tersebut diberikan oleh guru PKN sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Melalui metode ini, siswa didorong untuk aktif, kreatif, serta peduli terhadap kekayaan budaya bangsa. Pembuatan video promosi ini bertujuan agar para siswa mengenali, memahami, dan memperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan akibat perkembangan teknologi dan hiburan digital.
Setiap kelompok siswa memilih satu permainan tradisional, seperti congklak, engklek, gasing, dan gobak sodor. Mereka bertanggung jawab penuh dalam proses produksi video, mulai dari merancang konsep, mengambil gambar, mengisi suara, hingga mengedit video. Proses ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam bekerja sama, membagi peran, dan mengasah keterampilan komunikasi serta teknologi.

Seorang siswa kelas XI MIPA 3 Davva Okta membagikan pengalamannya selama mengerjakan tugas tersebut. "Awalnya kami kira ini tugas biasa, tapi ternyata seru sekali. Kami jadi tahu lebih dalam tentang permainan yang dulu sering dimainkan orang tua kami, dan sekarang kami ingin teman-teman lain juga mengenalnya," ujarnya dengan antusias.
Guru PKN kelas XI MIPA 3 Bapak Syamsul Bahri menjelaskan bahwa tugas ini dirancang untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. "Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal yang sangat relevan dengan materi PKN yang kami pelajari," jelasnya.
Proses pembuatan video dilakukan di lingkungan madrasah dan sekitarnya, sehingga siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang ada. Kerja sama tim menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tugas ini, di mana setiap anggota kelompok berperan sebagai sutradara, pemain, sekaligus editor video.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak madrasah. MAN 1 Bungo berharap pembelajaran inovatif seperti ini dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang mencintai dan bangga terhadap budaya bangsa Indonesia.
|
73x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...