
Bungo - Dra. Helmiati, seorang guru senior di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo, menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Selama lebih dari dua dekade mengabdi sebagai pendidik, ia tetap bersemangat memperbarui pengetahuan dan keterampilan mengajarnya.
Baru-baru ini, Dra. Helmiati mengikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta yang diadakan di Pintar Kemenag. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan profesional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang penuh empati, kasih sayang, dan membangun keterhubungan emosional antara guru dan murid.
Menurut pihak madrasah, pelatihan ini diadakan sebagai respons terhadap perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter serta kepercayaan diri peserta didik melalui hubungan yang hangat dan bermakna.
Partisipasi Dra. Helmiati dalam pelatihan ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru lainnya. Ia membuktikan bahwa semangat belajar dan keinginan untuk terus berkembang harus tetap dijaga, terlepas dari usia atau pengalaman yang telah dimiliki. Sikap terbuka terhadap pembaruan metode mengajar menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Bungo mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari tim Humas Madrasah yang meliput kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh guru dan peserta didik di lingkungan madrasah, serta memperkuat peran guru sebagai teladan dalam pembentukan karakter siswa.
|
6x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...