
Bungo- Dua anggota Pramuka dari MAN 1 Bungo, Sandi Ramadhani dan Afniah Siregar, kini mengabdikan diri sebagai pelatih di Pangkalan MTsNegeri 2 Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Keduanya membawa semangat pengabdian dan nilai-nilai kepramukaan kepada para pramuka penggalang di tingkat madrasah tsanawiyah.
Program pelatihan kepramukaan lintas jenjang ini merupakan inisiatif Gugus Depan MAN 1 Bungo. Sebelumnya, program serupa telah menyasar sekolah dasar, namun kali ini fokusnya bergeser ke tingkat madrasah tsanawiyah. MTsNegeri 2 Bungo dipilih sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu madrasah terkemuka di daerah tersebut.
Melatih di jenjang MTs menghadirkan tantangan tersendiri bagi Sandi dan Afniah. Para peserta pelatihan merupakan remaja awal yang memiliki karakter lebih kritis dan dinamis dibandingkan siswa sekolah dasar. Kondisi ini menuntut para pelatih untuk menyesuaikan metode pelatihan agar lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta.
Sandi Ramadhani dikenal memiliki keahlian teknis kepramukaan, terutama dalam materi pionering tingkat lanjut, navigasi darat, dan teknik bertahan di alam terbuka. Ia kerap memimpin sesi latihan lapangan dengan pendekatan sistematis dan interaktif, sehingga materi dapat lebih mudah dipahami oleh anggota pramuka penggalang di MTsNegeri 2 Bungo.

Sementara itu, Afniah Siregar menonjolkan kemampuan komunikasi dan empati dalam melatih. Ia fokus pada penguatan soft skills kepramukaan, seperti kepemimpinan regu, manajemen kegiatan, dan pengembangan karakter. Menurut Afniah, aspek-aspek ini sangat penting bagi anggota pramuka penggalang yang sedang dalam masa pembentukan jati diri.
Sandi Ramadhani mengungkapkan bahwa melatih di MTs memberikan pengalaman berbeda. "Melatih di MTs berbeda rasanya — adik-adik di sini sudah mulai berpikir kritis, jadi kami pun harus lebih siap, lebih matang, dan lebih bisa jadi contoh yang nyata," ujarnya. Sementara itu, Afniah Siregar menambahkan bahwa pengalaman ini mengajarkannya tentang pentingnya membangun kepercayaan dengan peserta didik. "Ketika adik-adik MTs mau mendengarkan dan mengikuti arahan kita, itu bukan sesuatu yang otomatis. Kita harus benar-benar membuktikan diri layak dipercaya sebagai kakak pelatih mereka," tutur Afniah.
Kehadiran Sandi dan Afniah mendapat sambutan positif dari pembina pramuka MTsNegeri 2 Bungo. Kolaborasi antarsatuan pendidikan di bawah Kementerian Agama ini dinilai strategis untuk memperkuat pembinaan kepramukaan di lingkungan madrasah. Dengan adanya pelatih dari MA yang membimbing langsung siswa MTs, kesinambungan nilai dan tradisi kepramukaan antara dua jenjang madrasah dapat terjaga dengan baik.
Gugus Depan MAN 1 Bungo berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diadopsi oleh satuan-satuan pramuka lain di Kabupaten Bungo. Sinergi antara Pramuka MA, MTs, dan MI diharapkan mampu membentuk ekosistem kepramukaan madrasah yang kuat, terintegrasi, dan menghasilkan kader-kader pramuka unggulan dari lingkungan pendidikan berbasis keagamaan di Provinsi Jambi.
|
50x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...