
Bungo (MAN 1 Bungo Plus Keterampilan) hari ini Sabtu, 1 Februari 2025 Pelaksanaan kegiatan debat dan pemilihan ketua OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MAN 1 Bungo menjadi contoh nyata penerapan moderasi beragama dalam kehidupan berorganisasi di lingkungan madrasah. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (1/2/2025) ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi modern.

"Moderasi beragama bukan berarti mengurangi ketaatan beragama, tetapi justru menunjukkan bagaimana Islam sangat menghargai musyawarah dan mengedepankan akhlak dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berorganisasi," jelas Ibu Karmi, M.Pd Mewakili Sambutan Kepala MAN 1 BUNGO Plus Keterampilan dan sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Akademik dan Kelembagaan dalam sambutan pembukaan debat.
Dua pasang kandidat yang bertarung, M Ezra Arasya-Davva Okta Dwirama dan Aldi Amanda Ramadan-Sahal Ferdiansyah, menunjukkan kematangan berpikir dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan konsep kepemimpinan modern. Kedua pasangan mengedepankan adab dalam berdebat dan saling menghormati perbedaan pendapat.

"Kami meyakini bahwa kepemimpinan dalam Islam harus dilandasi dengan prinsip amanah dan musyawarah. Program-program yang kami usung merupakan implementasi dari nilai-nilai tersebut," ungkap Ezra saat memaparkan visi misinya.

Aldi dan Sahal dalam presentasinya juga menekankan pentingnya ukhuwah islamiyah dalam membangun organisasi. "OSIM harus menjadi wadah yang mempersatukan seluruh siswa tanpa memandang latar belakang. Inilah esensi dari moderasi beragama yang ingin kami wujudkan," tegas Aldi.
Pembina OSIM, Bapak Rohmad Diyanto, S.Pd.I mengapresiasi kedewasaan para kandidat dalam berkampanye. "Mereka telah menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dalam Islam adalah rahmat. Tidak ada saling menjatuhkan atau black campaign. Semua disampaikan dengan santun dan beradab," ujarnya.
Proses pemilihan yang berlangsung hari ini juga dirancang dengan memperhatikan nilai-nilai keislaman. Sebelum memulai pemungutan suara, seluruh siswa melaksanakan doa bersama, memohon petunjuk Allah SWT dalam memilih pemimpin.
"Ini adalah pembelajaran demokrasi yang sangat berharga bagi siswa-siswi kami. Mereka belajar bahwa dalam Islam, memilih pemimpin bukan sekadar urusan duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah karena menyangkut kemaslahatan umat," tambah Ketua Panitia Pemilihan.
Para kandidat sepakat bahwa siapapun yang terpilih nanti akan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga persatuan. Mereka berjanji untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap program OSIM ke depannya.
Pelaksanaan debat dan pemilihan OSIM MAN 1 Bungo ini menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan dalam sistem demokrasi modern, sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi generasi muda tentang bagaimana menjalankan organisasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai religius.
(S/N)
|
166x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...