
Bungo- Dewan Guru bersama Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 1 Bungo, Jambi, menggelar Panen Raya Tanaman Organik yang menjadi puncak dari program pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh rasa syukur di lingkungan madrasah, menandai keberhasilan inovasi lingkungan yang telah dirintis selama beberapa waktu.
Program ini digagas oleh Syamsul Bahri, S.Sos, yang juga merupakan Guru Keterampilan Budidaya Tanaman Hidroponik dan Pembina OSIM MAN 1 Bungo. Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan dan keprihatinan atas banyaknya limbah organik yang terbuang di sekitar madrasah, Syamsul Bahri menginisiasi pendekatan pertanian organik dengan memanfaatkan limbah lokal. Inovasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pupuk dan media tanam kimia, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh warga madrasah.
"Kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pupuk atau media tanam. Limbah yang ada di sekitar madrasah ini, kalau kita kelola dengan benar, justru bisa menjadi sumber kesuburan yang luar biasa. Ini juga mengajarkan kita semua untuk tidak memandang remeh sampah," ujar Syamsul Bahri.
Media tanam yang digunakan sepenuhnya berasal dari bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan madrasah, seperti dedaunan kering, ranting pohon, pelepah pisang, kardus, dan kertas bekas. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan, dipilah, lalu disusun menjadi wadah sekaligus media tanam yang kaya unsur hara alami. Proses dekomposisi bahan organik ini secara bertahap melepaskan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga mampu menggantikan fungsi pupuk kimia.

Bahan organik yang digunakan memiliki fungsi masing-masing. Dedaunan kering kaya akan karbon dan unsur mikro, ranting pohon membantu aerasi dan drainase, pelepah pisang menjaga kelembapan media, sementara kardus dan kertas bekas berperan menahan gulma dan menjadi pupuk alami. Semua bahan ini mudah dijumpai di lingkungan madrasah, sehingga program dapat berjalan tanpa biaya tambahan yang besar.
Tujuan utama dari program ini adalah memanfaatkan limbah organik secara maksimal, menghemat biaya pengadaan pupuk dan media tanam, serta menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh warga madrasah. Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan lingkungan madrasah yang hijau, bersih, dan produktif.
Kegiatan panen raya disambut antusias oleh dewan guru dan seluruh warga madrasah. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pertanian organik berbasis limbah lokal dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah mana pun. Pihak madrasah berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang, bahkan menjadi model percontohan bagi madrasah lain di Kabupaten Bungo.
Kolaborasi antara dewan guru dan OSIM MAN 1 Bungo diharapkan dapat menumbuhkan semangat menjaga lingkungan dan membudayakan pertanian organik di kalangan pelajar. Melalui inovasi yang digagas Syamsul Bahri, MAN 1 Bungo membuktikan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga laboratorium hidup untuk belajar mencintai alam dan lingkungan sekitar.
|
95x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...