
Bungo - Suasana laboratorium kimia tampak begitu hidup ketika para siswa XII IPA 1 melaksanakan praktikum mata pelajaran Kimia dengan topik "Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit" di bawah bimbingan Ibu Sri Wahyuni, S.Pd.
Praktikum yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai perbedaan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui pengujian daya hantar listriknya. Para siswa terlihat sangat fokus dalam mengamati setiap tahapan percobaan yang dilakukan.
Metode Pembelajaran yang Menarik
"Praktikum ini sangat penting untuk membantu siswa memahami konsep elektrolit secara langsung," ungkap Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., selaku guru pembimbing praktikum. "Dengan melihat sendiri bagaimana larutan garam dapat menghantarkan listrik sedangkan larutan gula tidak, siswa akan lebih mudah memahami teori yang telah dipelajari di kelas."
Dalam praktikum ini, siswa melakukan serangkaian percobaan menggunakan alat uji konduktivitas sederhana yang terdiri dari lampu, baterai, dan elektroda. Berbagai jenis larutan diuji, mulai dari larutan garam dapur (NaCl), gula (sukrosa), Teh, Kopi, susu, Alkohol hingga Sprite.
Hasil Percobaan yang Mengagumkan
Para siswa tampak takjub ketika melihat lampu LED menyala terang saat elektroda dicelupkan ke dalam larutan garam, namun tetap mati ketika dicelupkan ke dalam larutan gula. Pengamatan ini memberikan bukti nyata bahwa larutan garam merupakan elektrolit kuat, sementara larutan gula adalah nonelektrolit.
"Saya baru benar-benar paham sekarang mengapa air laut bisa berbahaya jika terkena aliran listrik," kata salah satu siswa peserta praktikum. "Ternyata karena air laut mengandung banyak garam yang membuatnya dapat menghantarkan listrik."
Pembelajaran yang Komprehensif
Selama praktikum berlangsung, Ibu Sri Wahyuni memberikan penjelasan mendetail tentang teori ionisasi dan bagaimana ion-ion dalam larutan dapat menghantarkan arus listrik. Siswa juga diajarkan untuk mencatat hasil pengamatan secara sistematis dan membuat kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh.
"Praktikum seperti ini sangat membantu siswa dalam memahami kimia bukan hanya sebagai hafalan rumus, tetapi sebagai ilmu yang dapat diamati dan dibuktikan," tambah Ibu Sri Wahyuni.
Antusiasme Tinggi dari Siswa

Kegiatan praktikum ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat aktif bertanya dan berdiskusi tentang fenomena yang diamati. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan kritis tentang aplikasi konsep elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.
"Praktikum hari ini sangat seru dan mudah dipahami. Ibu Sri Wahyuni menjelaskan dengan sangat sabar dan detail," ungkap Sari, siswa lainnya. "Sekarang saya lebih paham mengapa minuman isotonik bisa menggantikan elektrolit dalam tubuh."

Penutup
Kegiatan praktikum "Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit" ini berhasil memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi para siswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dengan praktik langsung, diharapkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia akan semakin mendalam dan bertahan lama.
Ibu Sri Wahyuni, S.Pd. menutup kegiatan dengan mengingatkan siswa untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan alat listrik, terutama di lingkungan yang basah atau mengandung larutan elektrolit, sebagai aplikasi praktis dari pengetahuan yang baru saja mereka pelajari.
Penulis : Tim Redaksi MAN 1 Bungo
Editor : Humas MAN 1 Bungo
Sumber : Guru Kimia MAN 1 Bungo
Foto : Dokumentasi Guru Kimia MAN 1 Bungo
|
200x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...