
Bungo- Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 1 Bungo, Bapak Syamsul Bahri, S.Sos, mendampingi 12 siswa dalam Seminar Moderasi Beragama Bagi Generasi Muda. Seminar ini mengangkat tema "Moderasi Beragama untuk Bungo Damai: Membangun Kerukunan dan Menolak Intoleransi" dan bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi kepada generasi muda di Kabupaten Bungo.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Bungo SDGs Center, Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo, dan Kementerian Agama Kabupaten Bungo. Seminar ini menjadi momen penting dalam memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama di kalangan pelajar, khususnya di lingkungan madrasah.

Bapak Syamsul Bahri, sebagai Pembina OSIM, memberikan pendampingan langsung kepada para siswa. Ia tidak hanya mendampingi secara administratif, tetapi juga memberikan bimbingan moral dan motivasi agar para peserta dapat memahami materi seminar secara optimal. "Kehadiran siswa-siswi kita dalam seminar ini sangat penting untuk membekali mereka dengan pemahaman tentang moderasi beragama yang benar. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga kerukunan dan kedamaian di Bungo," ujar Syamsul Bahri.
Pendampingan yang dilakukan memastikan para siswa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif berpartisipasi dan mampu mengambil pelajaran dari setiap materi yang diberikan. Hal ini penting agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar ini juga menunjukkan sinergi antara berbagai pihak dalam mewujudkan Bungo yang damai dan harmonis. Pusat Studi Bungo SDGs Center berperan dalam mengaitkan program moderasi beragama dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek perdamaian dan keadilan. Keterlibatan BIN memberikan dimensi strategis untuk mencegah paham radikal dan intoleran yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo memberikan dukungan penuh sebagai bentuk komitmen menciptakan iklim toleransi, sementara Kementerian Agama Kabupaten Bungo menambah perspektif keagamaan yang moderat dan inklusif.
Tema seminar dipilih untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada generasi muda mengenai pentingnya sikap moderat dalam beragama. Para siswa diajak memahami bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar dan harus dihormati, bukan menjadi sumber perpecahan. Dalam seminar, peserta mendapatkan pembekalan tentang cara mengenali narasi intoleran, membangun dialog antarumat beragama, serta menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Materi yang diberikan bersifat teoretis dan praktis, dengan studi kasus yang relevan dengan kondisi lokal.
Kedua belas siswa MAN 1 Bungo yang mengikuti seminar diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mempromosikan toleransi serta menangkal ujaran kebencian. Pendampingan dari Syamsul Bahri memastikan peserta tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Keikutsertaan siswa MAN 1 Bungo dalam seminar ini menunjukkan komitmen madrasah dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan peduli secara sosial. MAN 1 Bungo terus berupaya mengintegrasikan pendidikan karakter dengan kurikulum akademik, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul dalam prestasi dan memiliki integritas tinggi.
Melalui kegiatan seperti seminar moderasi beragama, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang kondusif untuk tumbuhnya sikap toleran, inklusif, dan menghargai keberagaman. Upaya ini menjadi langkah konkret MAN 1 Bungo dalam berkontribusi menciptakan masyarakat Bungo yang harmonis dan damai.
|
101x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...