
Bungo (MAN 1 Bungo)- Lomba Ikrar Sumpah Pemuda menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Bulan Bahasa Language Camp ke-XI yang digelar di Taman Edukasi Utaka Sanak, Bungo, pada Senin, 27 Oktober 2025. Acara ini diinisiasi oleh International Language Club (ILC) dan mengangkat tema "Bersatu dalam Bahasa, Berdaulat dengan Cinta, Berkarya untuk Kemajuan Bangsa Indonesia" di MAN 1 Bungo Plus Keterampilan.
Lomba tersebut menjadi momen penting untuk mengenang dan menghayati kembali semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. Diselenggarakan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, lomba ini bertujuan mengingatkan siswa akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Para peserta dari berbagai kelas di MAN 1 Bungo Plus Keterampilan tampil dengan penuh semangat dan penghayatan. Mereka berlomba mengikrarkan Sumpah Pemuda dengan menonjolkan nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Salah seorang peserta mengungkapkan, "Lomba ini sangat bermakna bagi kami. Melalui kegiatan ini, kami diingatkan kembali tentang perjuangan para pemuda di masa lalu yang telah bersumpah untuk bersatu demi Indonesia."
Penilaian lomba tidak hanya didasarkan pada kemampuan membaca teks ikrar, tetapi juga meliputi pelafalan, intonasi, penghayatan, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan makna dan semangat dari setiap butir Sumpah Pemuda. Setiap peserta dituntut mengekspresikan semangat nasionalisme melalui cara mereka mengikrarkan sumpah tersebut.
Antusiasme peserta sangat terasa selama lomba berlangsung. Siswa-siswi Jurusan Bahasa dari berbagai tingkat kelas menunjukkan kepercayaan diri dan penghayatan mendalam terhadap makna Sumpah Pemuda. Seorang peserta dari Kelas XI menyatakan, "Saya sangat bangga bisa ikut lomba ini. Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar hafalan, tapi harus kita hayati dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari."
Lomba Ikrar Sumpah Pemuda ini sangat relevan dengan tema festival yang menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Salah satu panitia penyelenggara menuturkan, "Tema festival ini sangat sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu kita semua, tanpa memandang suku, agama, dan ras."
Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat. Ketika peserta mengikrarkan butir-butir Sumpah Pemuda, terutama bagian "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia," semangat nasionalisme terasa kuat di antara peserta dan penonton. Beberapa peserta bahkan tampak terharu saat mengucapkan ikrar, menandakan penghayatan yang mendalam.
Selain sebagai ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter. Siswa tidak hanya belajar sejarah Sumpah Pemuda, tetapi juga dilatih untuk menumbuhkan nasionalisme, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman. Seorang guru pendamping menyampaikan, "Ini bukan sekadar lomba, tapi juga pembelajaran tentang nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap siswa dapat membawa semangat ini dalam kehidupan sehari-hari mereka."
Pemilihan Taman Edukasi Utaka Sanak sebagai lokasi penyelenggaraan memberikan suasana yang mendukung dan kondusif bagi kegiatan bernuansa nasionalisme. Lingkungan yang asri dan tenang membantu peserta lebih fokus dan menghayati setiap kata dalam ikrar.
International Language Club (ILC) sebagai penggagas kegiatan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk sekolah yang memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara. Pihak sekolah menyatakan, "ILC telah merancang program yang sangat baik. Lomba Ikrar Sumpah Pemuda ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa."
Seluruh peserta mendapat apresiasi atas semangat dan penghayatan mereka dalam mengikuti lomba. Para pemenang mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas penampilan terbaik mereka. Namun, semua peserta dinilai telah menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda, terlepas dari hasil lomba.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik, serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada para peserta dan generasi muda secara umum. Salah seorang peserta berpesan, "Mari kita jaga warisan para pemuda 1928. Kita harus tetap bersatu, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, dan terus berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia."
Sumber : Pembina ILC
Penulis : Tim Redaksi MAN 1 Bungo
|
42x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...