
Bungo (MAN 1 Bungo)- Di MAN 1 Bungo, para siswa kini tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga dibekali keterampilan vokasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu program unggulan yang dijalankan madrasah ini adalah pelatihan teknik pengelasan, yang menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi persaingan di dunia industri maupun untuk berwirausaha.
Program keterampilan teknik pengelasan di MAN 1 Bungo dirancang secara komprehensif. Siswa mendapatkan materi teori mengenai jenis-jenis las, prosedur keselamatan kerja, serta teknik dasar pengelasan. Selain itu, mereka juga langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dengan menggunakan peralatan las yang telah disediakan oleh sekolah. Materi pembelajaran meliputi pengenalan alat dan bahan seperti elektroda, mesin las, dan material logam, pemahaman tentang keselamatan kerja (K3) dengan penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik dasar pengelasan, praktik membuat berbagai jenis sambungan, hingga proses finishing dan inspeksi hasil las.
Kepala MAN 1 Bungo menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan konkret yang sangat dibutuhkan di dunia industri. "Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan konkret. Pengelasan adalah salah satu keahlian yang sangat dibutuhkan di industri dan dapat menjadi bekal untuk berwirausaha," ujarnya.
Pengalaman belajar di ruang praktik memberikan banyak pelajaran berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar menyambung logam, tetapi juga melatih kesabaran, ketelitian, dan ketekunan. Ahmad, salah satu siswa peserta program, mengungkapkan, "Awalnya saya takut dengan api las. Tapi setelah belajar dan praktik, saya merasakan kepuasan luar biasa ketika berhasil membuat sambungan yang kuat. Ini melatih mental saya untuk tidak mudah menyerah."
Dalam pelaksanaan program, MAN 1 Bungo menghadirkan instruktur berpengalaman di bidang pengelasan. Instruktur tersebut membimbing siswa mulai dari dasar, menekankan pentingnya prinsip keselamatan kerja, serta memastikan setiap siswa memahami teknik-teknik pengelasan yang benar. "Pengelasan bukan hanya tentang menyambung logam, tetapi juga tentang presisi dan tanggung jawab. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, maka dari itu kami sangat menekankan aspek keselamatan sejak awal," jelas instruktur pengelasan.
Fasilitas yang disediakan sekolah juga mendukung proses pembelajaran praktik. Siswa dapat menggunakan mesin las listrik, peralatan keselamatan lengkap seperti helm las, sarung tangan, apron, dan sepatu safety, serta material praktik berupa plat dan pipa besi. Ruang praktik pun dirancang dengan ventilasi yang baik dan dilengkapi alat bantu seperti gerinda, penjepit, dan alat ukur.
Keterampilan pengelasan yang diperoleh siswa membuka berbagai peluang setelah lulus. Mereka dapat bekerja di sektor konstruksi, manufaktur, pertambangan, perminyakan, atau bahkan membuka usaha jasa pengelasan sendiri. Ridwan, siswa kelas XII yang sudah mahir mengelas, menyampaikan, "Dengan skill pengelasan ini, saya merasa lebih percaya diri menghadapi masa depan. Kalau tidak kuliah, saya sudah punya bekal untuk bekerja atau membuka bengkel sendiri."
Selain membekali keterampilan teknis, program ini juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa. Beberapa siswa bahkan sudah mulai menerima pesanan dari masyarakat sekitar, seperti pembuatan teralis, pagar, atau perbaikan peralatan logam. Hal ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan keterampilan untuk menghasilkan pendapatan. "Saya senang ketika bisa membantu tetangga memperbaiki pagar yang rusak. Selain dapat uang saku tambahan, saya juga merasa ilmu yang saya pelajari bermanfaat," ujar seorang siswa.
Keunikan dari program keterampilan di MAN 1 Bungo adalah integrasinya dengan nilai-nilai Islam. Siswa diajarkan bahwa bekerja dengan keterampilan yang halal dan profesional merupakan bagian dari ibadah. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesempurnaan hasil, dan tanggung jawab terhadap keselamatan kerja ditekankan sebagai bagian dari akhlak mulia.
Program keterampilan pengelasan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa. Banyak orang tua yang awalnya ragu, kini justru mendukung penuh karena melihat perubahan positif pada anak mereka. "Anak saya jadi lebih mandiri dan punya tujuan. Dia bilang ingin jadi welder profesional atau buka bengelas sendiri. Alhamdulillah, madrasah tidak hanya mengajarkan agama tapi juga bekal hidup," ungkap salah satu wali murid.
Ke depan, MAN 1 Bungo berencana mengembangkan program keterampilan lain dan membuka sertifikasi kompetensi bagi siswa yang sudah mahir. Dengan demikian, lulusan MAN 1 Bungo diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat keterampilan yang diakui industri.
Dengan adanya program ini, MAN 1 Bungo membuktikan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang menyeluruh. Siswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan dan akhlak, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi kehidupan dan dunia kerja.
Sumber : Guru Keterampilan
Penulis : Tim Humas MAN 1 Bungo
|
48x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...