
MAN 1 Bungo di Kabupaten Bungo, Jambi, menerapkan kebijakan baru terkait pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil. Mulai tahun ini, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII diwajibkan memenuhi syarat ibadah amaliah agar dapat mengikuti ujian tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya sekolah untuk membentuk karakter religius dan meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menjalankan kewajiban keagamaan.
Syarat ibadah amaliah yang harus dipenuhi meliputi pelaksanaan shalat lima waktu secara berjamaah, tilawah Al-Qur'an, serta kegiatan keagamaan lain yang telah diprogramkan oleh sekolah. Setiap siswa diwajibkan mencatat seluruh kegiatan ibadah mereka dalam buku pemantauan khusus. Buku ini akan diperiksa secara berkala oleh wali kelas maupun guru pembimbing, guna memastikan konsistensi dan kejujuran siswa dalam menjalankan ibadah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Bungo menegaskan bahwa pemenuhan ibadah amaliah bukan sekadar formalitas. "Pemenuhan ibadah amaliah ini bukan hanya formalitas, tetapi sebagai upaya membiasakan siswa menjalankan kewajiban agama dengan istiqomah. Ini bagian dari pembentukan karakter yang tidak terpisahkan dari prestasi akademik," ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan efektif, sekolah melakukan monitoring ketat. Setiap siswa memiliki kartu kendali yang harus diisi dan ditandatangani oleh petugas atau guru piket setiap kali melaksanakan ibadah berjamaah di lingkungan sekolah. Dengan sistem ini, pihak sekolah dapat memantau langsung keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan yang diwajibkan.
Bagi siswa yang belum memenuhi target minimal ibadah amaliah hingga batas waktu yang telah ditentukan, sekolah memberikan kesempatan untuk melengkapi kekurangan melalui program pembinaan khusus. Setelah mengikuti pembinaan, siswa baru diizinkan mengikuti ASAS Ganjil. Langkah ini diambil agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam pembinaan karakter religius, sekaligus menjaga keadilan bagi seluruh peserta didik.
Kepala MAN 1 Bungo menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. "Kami ingin lulusan MAN 1 Bungo tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi keimanan yang kuat. Ibadah amaliah sebagai syarat ASAS adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan hal tersebut," tegasnya.
Dengan adanya kebijakan ini, MAN 1 Bungo berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan ajaran agama. Sekolah berharap, integrasi antara pendidikan akademik dan religius dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.
|
67x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...