
Bungo - Guru Pembimbing Lapangan (GPL) MAN 1 Bungo mengantarkan siswa-siswi kelas XII jurusan Keterampilan Budi Daya Tanaman Hidroponik ke berbagai lokasi praktik kerja lapangan (PKL) yang tersebar di wilayah Bungo. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam pengelolaan tanaman hidroponik secara profesional dan aplikatif.

Para siswa Budi Daya Tanaman Hidroponik akan menjalani PKL di berbagai tempat yang memiliki karakteristik dan fokus pembelajaran berbeda, sehingga memberikan wawasan komprehensif tentang industri pertanian modern berbasis hidroponik.
Salah satu lokasi PKL yang unik adalah Koramil setempat, di mana siswa akan belajar tentang pengelolaan kebun hidroponik dalam lingkungan militer. Program ketahanan pangan yang dikembangkan Koramil menjadi pembelajaran berharga tentang bagaimana hidroponik dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sebagian siswa ditempatkan di Riza Garden, sebuah usaha hidroponik komersial yang telah berkembang pesat di Bungo. Di tempat ini, siswa akan mempelajari manajemen usaha hidroponik, mulai dari pemilihan bibit, perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara organik, hingga strategi pemasaran produk hidroponik ke konsumen.
Lintas Asri Hidroponik juga menjadi mitra PKL yang menerima siswa MAN 1 Bungo. Usaha hidroponik ini dikenal dengan sistem budidaya modernnya. Siswa akan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan berbagai sistem hidroponik seperti NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique), dan sistem wick, serta belajar tentang pengelolaan nutrisi tanaman secara presisi.

Beberapa siswa berkesempatan magang di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bungo. Di instansi pemerintah ini, mereka akan mendapat perspektif yang lebih luas tentang kebijakan pertanian, program pemberdayaan petani, serta peran pemerintah dalam mengembangkan pertanian modern termasuk sistem hidroponik di tingkat daerah.
Menariknya, sejumlah siswa juga ditempatkan di fasilitas Hidroponik MAN 1 Bungo sendiri. Mereka akan berperan sebagai pengelola dan instruktur junior yang membimbing adik-adik kelas dalam praktikum hidroponik. Pengalaman ini memberikan tanggung jawab lebih besar sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan dan transfer knowledge kepada generasi berikutnya.
Kepala MAN 1 Bungo mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah menjadi mitra dalam program PKL ini. "Hidroponik adalah masa depan pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Kami bangga siswa-siswa kami mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi dan instansi yang kompeten di bidang ini," ungkapnya.
Di setiap lokasi PKL, siswa tidak hanya belajar aspek teknis budidaya, tetapi juga soft skills seperti disiplin, kerja sama tim, problem solving, dan kewirausahaan. Mereka akan belajar mengatasi berbagai tantangan dalam budidaya hidroponik seperti pengelolaan pH dan EC larutan nutrisi, troubleshooting sistem irigasi, serta adaptasi terhadap kondisi cuaca.
Guru Pembimbing Lapangan akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan siswa mendapat pengalaman pembelajaran yang optimal. Program PKL ini juga menjadi ajang untuk menjalin networking dengan pelaku usaha hidroponik dan stakeholder pertanian modern di Bungo.
Dengan bekal pengalaman PKL yang komprehensif, diharapkan lulusan jurusan Budi Daya Tanaman Hidroponik MAN 1 Bungo tidak hanya siap bekerja di sektor agribisnis modern, tetapi juga mampu mengembangkan usaha hidroponik mandiri yang berkelanjutan dan menguntungkan, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Sumber : Guru pembimbing Hidroponik
Penulis : SN
|
83x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...