
BUNGO - Siswa kelas XII program Keterampilan Budidaya Tanaman Hidroponik MAN 1 Bungo melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan memanfaatkan pohon bambu sebagai properti dan alat bantu dalam budidaya tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MAN 1 Bungo di bawah bimbingan Bapak Syamsul, S.Sos.
Praktik Kerja Lapangan ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas. Para siswa dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar lingkungan madrasah.
Penggunaan bambu dalam budidaya tanaman hidroponik menunjukkan kreativitas siswa dalam mengadaptasi teknologi pertanian modern dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Bambu dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, seperti kuat, tahan lama, mudah dibentuk, dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
"Kami memanfaatkan bambu sebagai rak atau wadah untuk sistem hidroponik. Bambu sangat cocok digunakan karena selain kuat, juga memberikan kesan alami dan ramah lingkungan. Ini adalah salah satu bentuk inovasi yang kami kembangkan," ungkap salah satu siswa peserta PKL.
Bapak Syamsul, S.Sos selaku guru pembimbing menyatakan bahwa kegiatan PKL ini sangat penting untuk mengasah keterampilan siswa dalam budidaya tanaman hidroponik. "Melalui PKL ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka belajar memecahkan masalah, berinovasi, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal," jelasnya.
Dalam pelaksanaan PKL, siswa melakukan berbagai tahapan mulai dari perancangan sistem hidroponik berbahan bambu, pemilihan tanaman yang akan dibudidayakan, persiapan nutrisi, hingga perawatan rutin. Beberapa jenis tanaman yang dibudidayakan antara lain sayuran hijau seperti selada, kangkung, dan bayam yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kepala MAN 1 Bungo mengapresiasi kreativitas dan semangat siswa dalam melaksanakan PKL. "Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga. Selain melatih keterampilan teknis, siswa juga belajar nilai-nilai kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami," ujarnya.
Hasil dari kegiatan PKL ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan budidaya tanaman hidroponik. Ke depannya, sistem hidroponik berbahan bambu ini juga berpotensi dikembangkan menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam bidang pertanian modern yang berkelanjutan.
Para siswa kelas XII Keterampilan Budidaya Tanaman Hidroponik berharap ilmu dan pengalaman yang didapat selama PKL dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan atau bahkan mengembangkan usaha di bidang pertanian hidroponik di masa mendatang.
Sumber : Guru Pembimbing Lapangan
Penulis : SN
|
46x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...